Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124

Jika performa impresif ONIC pada Week 3 Day 1 sempat dianggap sebagai kebetulan, hasil di Day 2 justru mulai memberikan alasan untuk berpikir sebaliknya. Dalam dua hari pertama Phase 2 FFWS SEA 2026 Fall, ONIC menjadi salah satu tim yang paling konsisten di papan atas.
Menariknya, periode tersebut bertepatan dengan kembalinya Adam ke posisi depan atau EXP Laner dalam roster ONIC.
ONIC memang belum berhasil mengunci tiket Grand Finals, tetapi performa dua hari terakhir menunjukkan perkembangan signifikan dibandingkan fase sebelumnya. Pertanyaannya kini bukan lagi apakah ONIC mampu bangkit, melainkan seberapa besar comeback Adam berkontribusi terhadap kebangkitan tersebut?
Performa ONIC di Week 3 Day 1 menjadi awal yang cukup menjanjikan.
Mereka berhasil mengumpulkan 84 poin dan finis di posisi kelima dengan satu Booyah. Hasil tersebut sudah cukup menarik setelah melihat perjalanan mereka di Phase 1.
Namun, konsistensi baru benar-benar terlihat ketika hasil tersebut berhasil mereka ulang pada hari berikutnya.
Pada Week 3 Day 2, ONIC justru meningkatkan perolehan poin menjadi 87 poin dan naik ke posisi ketiga. Mereka kembali mengamankan satu Booyah dan hanya tertinggal 10 poin dari Bigetron by Vitality yang finis di posisi kedua sekaligus mendapatkan tiket Grand Finals.
Secara sederhana, ONIC bukan hanya berhasil mempertahankan performa positif, tetapi justru meningkatkan posisi dan perolehan poin dari satu hari ke hari berikutnya.
Ini membuat kebangkitan mereka mulai terlihat sebagai sebuah tren, bukan sekadar hasil dari satu matchday.
Selain Booyah, ada satu statistik dari Day 2 yang tidak kalah menarik.
ONIC mengumpulkan 48 Placement Points, menjadi angka tertinggi di antara 12 tim yang bertanding pada matchday tersebut.
Bahkan, perolehan Placement Points ONIC lebih tinggi daripada Team Flash yang justru keluar sebagai pemuncak matchday dengan 116 poin.
Statistik ini menunjukkan bahwa ONIC mampu bertahan lebih konsisten hingga fase akhir pertandingan dan mengumpulkan poin placement secara maksimal.
Dalam Battle Royale, kemampuan bertahan hidup bukan hanya soal menghindari eliminasi. Rotasi, pemilihan posisi, penguasaan zona, hingga keputusan kapan harus melakukan atau menghindari pertarungan semuanya berpengaruh terhadap peluang mendapatkan placement tinggi.
Di sinilah hubungan dengan comeback Adam menjadi menarik.
Adam kembali ke posisi EXP Laner setelah sebelumnya tidak aktif dan menjadi bagian dari perubahan yang dilakukan ONIC menjelang fase penting turnamen.
Peran EXP Laner dalam Free Fire dapat memberikan dampak terhadap struktur permainan tim, terutama dalam hal mengambil ruang, membantu menciptakan posisi yang aman, serta membuka peluang bagi rekan setim untuk menjalankan perannya.
Data ONIC dalam dua hari pertama Phase 2 menunjukkan peningkatan pada aspek yang berkaitan dengan keberlangsungan hidup dan konsistensi placement.
Namun, terlalu dini untuk menyebut Adam sebagai satu-satunya penyebab kebangkitan tersebut.
Ada banyak variabel lain yang ikut menentukan hasil sebuah matchday, mulai dari susunan lawan, distribusi zona, strategi tim, hingga performa seluruh pemain ONIC.
Karena itu, yang lebih tepat dikatakan saat ini adalah comeback Adam bertepatan dengan periode ketika performa ONIC mengalami peningkatan yang cukup signifikan.
Meski hubungan sebab-akibat belum bisa dipastikan hanya melalui dua matchday, performa ONIC memberikan indikasi bahwa keputusan Coach AFM untuk memanggil kembali Adam mulai menunjukkan hasil positif.
Sebelumnya, Coach AFM menjelaskan bahwa Adam tidak kembali semata-mata karena kebutuhan teknis.
Sang pemain juga membutuhkan waktu untuk memulihkan kondisi mental setelah melalui periode yang cukup berat.
Setelah kembali dalam kondisi yang lebih siap, Adam kini dipercaya mengisi kebutuhan ONIC di posisi depan.
Hasil awalnya cukup menarik.
Dua Booyah dalam dua hari, dua kali finis di papan atas, serta performa Placement Points yang sangat baik menunjukkan bahwa ONIC kini memiliki fondasi yang lebih stabil dibandingkan sebagian periode Phase 1.
Meski performanya membaik, ONIC belum bisa bersantai.
Mereka masih harus bertanding pada Week 3 Day 3, Minggu, 30 Agustus 2026 untuk kembali memperebutkan tiket langsung menuju Grand Finals.
Justru pertandingan ketiga inilah yang akan menjadi ujian paling menarik.
Apabila ONIC kembali finis di papan atas untuk ketiga kalinya secara beruntun, maka tren kebangkitan mereka akan semakin sulit dianggap sebagai kebetulan.
Sebaliknya, jika performa mereka kembali turun, dua hasil positif sebelumnya bisa saja lebih banyak dipengaruhi oleh kondisi matchday dan lawan yang berbeda.
Karena itu, Day 3 menjadi kesempatan penting untuk melihat apakah ONIC benar-benar sudah menemukan formula permainan yang stabil.
Setidaknya sampai dua hari pertama Phase 2, satu hal sudah terlihat jelas: ONIC jauh lebih kompetitif daripada yang mereka tunjukkan pada periode sebelumnya.
Mereka bukan hanya mendapatkan Booyah, tetapi juga konsisten mengumpulkan poin dan mampu finis di posisi lima besar dalam dua hari berturut-turut.
Comeback Adam menjadi salah satu perubahan paling terlihat pada periode tersebut.
Belum ada cukup bukti untuk menyebutnya sebagai faktor tunggal kebangkitan ONIC. Namun, kombinasi antara kembalinya Adam, peningkatan Booyah, konsistensi placement, dan lonjakan posisi di klasemen membuat korelasi tersebut semakin menarik untuk diamati.
Kini tinggal satu pertanyaan.
Apakah ONIC mampu menyelesaikan pekerjaan pada Day 3 dan membuktikan bahwa kebangkitan mereka bersama Adam bukan sekadar momentum sementara?
Jawabannya akan menentukan apakah ONIC bisa menyusul Bigetron by Vitality ke Grand Finals FFWS SEA 2026 Fall di Surabaya.