Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124

Dunia desain digital terus mengalami perubahan seiring berkembangnya teknologi. Tidak lagi hanya berfokus pada tampilan visual, desain modern kini semakin mengarah pada pengalaman yang interaktif, dinamis, dan dekat dengan proses pengembangan produk. Perubahan tersebut turut terlihat dari perkembangan terbaru yang diperkenalkan Figma melalui acara Config 2026.
Pada 24 Juni 2026, Figma memperkenalkan sejumlah fitur dan teknologi baru yang dirancang untuk memperluas kemampuan desainer di dalam satu kanvas. Beberapa di antaranya adalah Code Layers, Figma Motion, shader effects, generative plugins, Figma Weave, dan Figma Agent.
Melalui berbagai fitur tersebut, Figma ingin membuat proses desain tidak lagi terbatas pada gambar statis. Desainer dapat menggabungkan visual, kode, animasi, efek, dan berbagai elemen interaktif secara lebih dekat dalam satu alur kerja.
Selama bertahun-tahun, desain antarmuka biasanya dimulai dari pembuatan elemen visual seperti tombol, kartu, ikon, halaman, dan komponen lainnya. Setelah rancangan selesai, pekerjaan kemudian diteruskan kepada developer untuk diubah menjadi produk yang dapat digunakan.
Figma kini mencoba memperkecil jarak antara kedua proses tersebut.
Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah Code Layers. Figma menjelaskan bahwa sebuah design layer dapat diubah menjadi interactive code layer, sehingga desainer dapat mengeksplorasi rancangan menggunakan kode langsung di dalam canvas. Beberapa variasi juga dapat dibuat dan dibandingkan berdampingan bersama anggota tim.
Pendekatan tersebut membuat kode tidak lagi sepenuhnya berada di luar proses desain. Sebaliknya, kode diperlakukan sebagai salah satu material yang dapat digunakan untuk mengeksplorasi sebuah ide.

Salah satu fitur yang paling menarik perhatian adalah Figma Motion.
Melalui fitur ini, Figma menghadirkan timeline langsung di dalam Figma Design. Desainer dapat menggunakan keyframe dan preset untuk membuat animasi tanpa harus selalu berpindah ke aplikasi khusus motion design.
Kehadiran animasi di dalam proses desain memberikan kemungkinan baru bagi pembuatan prototype dan antarmuka.
Misalnya, sebuah tombol tidak hanya dapat dirancang berdasarkan bentuk dan warnanya. Desainer juga dapat menentukan bagaimana tombol tersebut bergerak ketika ditekan, bagaimana transisinya berlangsung, atau bagaimana sebuah komponen muncul dan menghilang.
Dengan demikian, desain dapat menunjukkan pengalaman penggunaan secara lebih realistis.
Figma juga menekankan bahwa motion tidak hanya digunakan sebagai efek tambahan.
Karena Figma Motion dibangun di dalam platform Figma, animasi dapat menjadi bagian dari design system. Sebuah komponen dapat diberi animasi dan kemudian digunakan kembali pada berbagai layar maupun file kolaborasi.
Hal ini berpotensi membantu perusahaan menjaga konsistensi pengalaman pengguna.
Sebagai contoh, jika sebuah tombol memiliki animasi tertentu ketika ditekan, aturan animasi tersebut dapat digunakan secara konsisten pada berbagai halaman produk. Desainer tidak perlu membuat ulang efek yang sama dari awal setiap kali membuat layar baru.
Figma juga berusaha membuat hasil desain lebih mudah diteruskan kepada developer.
Menurut Figma, ketika menggunakan Dev Mode, timeline pada Figma Motion dapat diperiksa sehingga nilai timing, easing, dan keyframe dapat dilihat. Informasi animasi tersebut juga dapat digunakan dalam bentuk kode seperti CSS, JSON, maupun React.
Perubahan ini menunjukkan arah baru dalam hubungan antara desainer dan developer.
Jika sebelumnya desain dan coding sering dianggap sebagai dua tahap berbeda, pendekatan baru Figma mencoba membuat keduanya lebih terhubung. Desainer dapat mengeksplorasi pengalaman visual dan interaktif, sementara developer dapat memperoleh informasi yang lebih jelas untuk mengimplementasikannya.
Selain animasi, Figma juga memperkenalkan kemampuan baru terkait shader fills dan effects.
Shader dapat digunakan untuk menghasilkan berbagai efek visual yang lebih kompleks. Figma mengatakan bahwa pengguna dapat mendeskripsikan efek yang diinginkan atau menggunakan gambar sebagai referensi, kemudian Figma Agent membantu membuat efek tersebut.
Efek tersebut juga dapat memiliki parameter yang bisa dikontrol langsung melalui canvas.
Bagi desainer, teknologi seperti ini membuka peluang untuk membuat tampilan antarmuka yang lebih ekspresif tanpa harus membangun seluruh efek secara manual dari awal.
Inovasi lain yang diperkenalkan dalam Config 2026 adalah integrasi dengan Figma Weave.
Weave menggunakan pendekatan berbasis node untuk membuat workflow generatif. Pengguna dapat menghubungkan berbagai model, mengubah aset, menyempurnakan hasil, serta membandingkan berbagai pendekatan dalam satu workflow.
Pendekatan tersebut berbeda dari sekadar memasukkan prompt dan menerima satu hasil.
Pengguna dapat membangun proses kreatif yang dapat diperiksa, diubah, digunakan kembali, bahkan dibagikan kepada orang lain. Figma juga memperkenalkan cara agar workflow Weave dapat digunakan bersama frame Figma.
Figma juga terus mengembangkan penggunaan AI melalui Figma Agent.
Dalam konteks desain interaktif, AI tidak hanya digunakan untuk menghasilkan gambar. Figma mengarahkannya untuk membantu desainer membuat efek, mengembangkan workflow, dan memulai berbagai eksperimen kreatif.
Figma menyebut bahwa tujuan utamanya adalah memberikan material dan alat yang dapat dikombinasikan di dalam satu canvas sehingga pengguna dapat bereksperimen dengan lebih cepat.
Hal tersebut menunjukkan bahwa perkembangan AI dalam desain mulai bergerak dari sekadar generator menuju alat yang terintegrasi dengan proses kerja desainer.
Perkembangan ini dapat memberikan beberapa perubahan dalam pekerjaan desainer.
Pertama, proses pembuatan prototype dapat menjadi lebih realistis. Animasi dan interaksi dapat diperlihatkan sejak tahap desain sehingga tim dapat memahami bagaimana sebuah produk seharusnya terasa ketika digunakan.
Kedua, komunikasi antara desainer dan developer berpotensi menjadi lebih efisien. Informasi mengenai motion dan kode dapat tersedia lebih dekat dengan rancangan yang dibuat.
Ketiga, desainer mendapatkan lebih banyak ruang untuk bereksperimen. Mereka tidak harus berhenti pada tampilan visual karena kode, animasi, efek shader, dan workflow generatif dapat menjadi bagian dari proses kreatif.
Perkembangan Figma menunjukkan bahwa batas antara desain, prototyping, motion, dan development semakin tipis.
Produk digital saat ini tidak hanya dinilai dari tampilannya. Pengguna juga memperhatikan bagaimana sebuah aplikasi merespons tindakan mereka, bagaimana transisi berlangsung, seberapa cepat sebuah elemen muncul, serta bagaimana keseluruhan pengalaman terasa ketika digunakan.
Karena itu, kemampuan membuat desain yang interaktif menjadi semakin penting.
Dengan Code Layers, Figma Motion, shader effects, Weave, dan berbagai kemampuan AI, Figma mencoba menyediakan lingkungan yang memungkinkan desainer mengembangkan ide tersebut dalam satu ekosistem.
Figma semakin mendorong perubahan dari desain statis menuju desain yang lebih interaktif dan terhubung dengan proses pengembangan.
Pengumuman Config 2026 memperlihatkan bagaimana kode, animasi, efek visual, AI, dan workflow generatif mulai ditempatkan langsung di dalam canvas Figma.
Bagi desainer, perubahan tersebut memberikan lebih banyak kebebasan untuk mengeksplorasi sebuah ide. Sementara bagi tim produk, integrasi antara desain dan teknologi dapat membantu memperpendek jarak antara konsep awal dan produk yang benar-benar dapat digunakan.
Ke depannya, desain kemungkinan tidak lagi hanya berbicara tentang bagaimana sebuah produk terlihat, tetapi juga tentang bagaimana produk tersebut bergerak, merespons, dan memberikan pengalaman kepada penggunanya.